🐵 Kata Mutiara Abu Yazid Al Busthami
KisahInspiratif Islami Abu Yazid Al busthami dan Seekor Anjing @Meurunoe Tube
MutiaraPencerahan Sufi. Sekuntum Bunga dari Taman Firdaus Lebih ekstrem dari itu, ada ungkapan bahwa tokoh-tokoh sufi seperti Abu Yazid al-Busthami, Ma’ruf al-Karkhi dan Abu al Qasim al-Junaidi adalah orang-orang bodoh yang tidak tahu syariat Islam. Mereka menciptakan amalan fisik maupun hati bersumber dari Agama Budha dan
Diceritakandari Abu Yazid Al busthami Rahimahullah, sesungguhnya beliau bermaksud untuk menziarahi seseorang lelaki yang terkenal dengan kesholehannya. Kemudian beliau menunggunya di mesjid, dan keluarlah seorang lelaki yang disebut-sebut sebagai seorang Sholeh tadi itu, saat seorang lelaki yang disebut sholeh tadi keluar dari masjid dia
Memulihkankata sandi anda. email Anda. pencarian. Sabtu, 30 Juli 2022 - 12:05 pm Sign in. Selamat Datang! Masuk ke akun Anda. nama pengguna. KONSEP ittihad Abu Yazid Al-Busthami. Tak bisa dipungkiri bahwa ittihad erat dikaitkan dengan Abu Yazid Al-Busthami. Pun ittihad merupakan akidah yang kontroversial.
DoaAbu Yazid Al-Busthami Ya Allah, dengan cahaya-Mu aku mohon petunjuk, dengan kelembutan ciptaan-Mu aku bersembunyi, bersama-Mu aku berada di waktu pagi dan berada di waktu sore, dosaku berada di dalam kehendak-Mu, aku mohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Lembut dan Maha Pemberi Nikmat.
Bacajuga: Kisah Bani Umayyah: Tragedi Karbala, Ketika Pembunuhan dan Pemerkosaan Nodai Madinah. Zuhair bin Al-Qain mendatangi Imam Husein dan meminta izin untuk berbicara dengan pasukan Kufah. Imam mengizinkan. Sahabat setia Imam Husein itu segera bangkit dan berdiri menghadap pasukan musuh. Dengan suara lantang, Zuhair berseru:
KataMutiara Abu Yazid Al Busthami - Kata Bijak Imam Al Ghazali Tentang Ilmu - Terkait Ilmu. Minimal jika kata ini dijadikan renungan untuk menjaga diri agar senantiasa melakukan hal-hal yang baik. Kumpulan dan kutipan petuah bijak serta nasehat islam dari sahabat Rasulullah SAW Ali bin abi thalib. Jika niat sudah tertanam karena Allah tidak
BincangSyariahCom – Kita mungkin sering bertanya mengapa cahaya ilahi sulit masuk ke dalam hati kita. Sebelum bertanya lebih jauh dan menduga yang tidak-tidak tanpa bertumpu pada alasan yang jelas, mari simak penjelasan Buya Syakur Yasin tentang cahaya ilahi dalam video di youtube channel Wamimma TV sebagai berikut:. Menurut Buya Syakur Yasin,
BERITABANTUL – Abu Yazid Al Busthami adalah seorang sufi agung yang nasihatnya begitu bijak.. Berikut ini adalah salah satu kisahnya yang dikutip dari kitab Qut Al Qulub karya Abu Thalib Al Makki.. Di samping sebagai seorang sufi, Abu Yazid Al Busthami juga pengajar tasawuf. Di antara jamaahnya, ada seorang murid yang rajin mengikuti pengajiannya..
AbuYazid Al-Busthami atau Thayfur bin Isa (804-875 M/188-261 H) adalah salah seorang sufi besar yang dikenal dalam dunia Islam. "Ayah, ajari aku kaifiyat shalat malam," kata Abu Yazid kecil. "Kau masih kecil nak," kata ayahnya. "Bila Allah Allah kelak mengumpulkan semua makhluk pada hari kiamat dan memerintahkan ahli surga ke dalamnya, aku
AbuYazid Al-Busthami. Abu Yazid Al-Bustami adalah sufi abad III Hijriyah berkebangsaan Persia, lahir tahun 804 M/ 188H. 205 hubungan: Abad, Abdul Hamid Abulung al-Banjari, Abdul Qadir al-Jailani, Abdurrauf as-Singkili, Abu Hamid Muhammad al-Ghazali, Abu Hanifah, Adab, Adam,
Tuhanpun menjawab “Tinggalkan diri (Nafsu) dan kemarilah”. Dari sinilah Abu Yazid membuktikan dirinya sebagai seorang Sufi yang memang sudah benar menceraikan dunia demi ketaatannya kepada Allah, maka tak heran ketika beliau ditanya terkiat Sufi, beliau menjawab. “Sufi adalah orang yang tangan kanannya memegang Kitabullah (Al Qur’an
YuvMMMx. Connection timed out Error code 522 2023-06-15 093251 UTC What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d79ce20f8240e90 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Kata Mutiara Abu Yazid Al Busthami - Kata-kata Bijak dan Mutiara Tokoh Sufi Pos Terkini Ajaran tasawuf yang dibawanya banyak ditentang oleh ulama fiqih dan tauhid, yang menyebabkan dia keluar masuk penjara.. Ibn hajar said, in reference to bayazid's famous utterances, allah knows the secret and allah knows the heart. Semasa kecilnya ia dipanggil thaifur. Lantas ia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya. Maka ali bin abin thalib tidak lain adalah sepupu nabi sendiri. Kisah abu yazid al bustomi, kisah inspiratif kh fakhruddin al bantani. Ayahnya juga merupakan tokoh terkenal di. Kakeknya adalah penganut zoroastrian, yang menurut riwayat memeluk islam dan kemudian menjadi muslim yang taat. Maka ali bin abin thalib tidak lain adalah sepupu nabi sendiri. Simak kata mutiara islami tahap 2 berikut. Ada juga riwayat yang mengatakan bahwa makamnya terdapat di kecamatan kırıkhan. Kata Mutiara Abu Yazid Al Busthami - Maka ali bin abin ... from Ibn hajar said, in reference to bayazid's famous utterances, allah knows the secret and allah knows the heart. Hal yang kita katakan tidak akan pernah bisa ditemukan dengan mencari, namun hanya pencari yang menemukannya. Di samping seorang sufi, abu yazid juga adalah pengajar tasawuf. Whatever aba yazid spoke from the knowledge of realities the people of his time did not understand. Abu yazid menjawab, sekiranya kau puasa dan beribadah selama tiga ratus tahun pun, kau takkan mencapai satu butir pun dalam ilmu ini. Nama lengkapnya adalah abu yazid thaifur bin isa bin adam bin surusyan. Kata abu yazid, saya sudah jawab semua pertanyaan tuan. Kata mutiara adalah kata yang memberikan inspirasi dan penyemangat untuk pembacanya. Abu yazid menjawab, sekiranya kau puasa dan beribadah selama tiga ratus tahun pun, kau takkan mencapai satu butir pun dalam ilmu ini. Setiap dan semua bagian dari dunia ini adalah perangkap bagi yang jahil dan perangkat kebahagiaan bagi yang bijak. Bayazid bastami سلطان العارفین شیخ بایزید بسطامی. Ada beberapa riwayat yang berbeda mengenai di mana letak makam abu yazid ks, tetapi yang paling masyhur adalah di kota bustham. Ibn hajar said, in reference to bayazid's famous utterances, allah knows the secret and allah knows the heart. Yazid al bustami is on facebook. Kakek abu yazid al bustami adalah penganut agama zoroaster majusi. Semasa kecilnya ia dipanggil thaifur. Kakeknya adalah penganut zoroastrian, yang menurut riwayat memeluk islam dan kemudian menjadi muslim yang taat. Last updated on march 30, 2020 by tongkrongan islami. Ajaran tasawuf yang dibawanya banyak ditentang oleh ulama fiqih dan tauhid, yang menyebabkan dia keluar masuk penjara. Simak kata mutiara islami tahap 2 berikut. Kata mutiara adalah kata yang memberikan inspirasi dan penyemangat untuk pembacanya. Whatever aba yazid spoke from the knowledge of realities the people of his time did not understand. Anjing itu cuek saja jalan, tidak menghiraukannya. Kata mutiara islam dan kata bijak rumi. Lantas ia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya. Ibn hajar said, in reference to bayazid's famous utterances, allah knows the secret and allah knows the heart. Yazid al bustami is on facebook. Pin di Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki from Kata abu yazid, saya sudah jawab semua pertanyaan tuan. Di samping seorang sufi, abu yazid juga adalah pengajar tasawuf. Join facebook to connect with yazid al bustami and others you may know. Totalitas adalah prinsip baginya dalam menghamba kepada sang ibunda pun menuruti permintaan abu yazid Mendatangi pemilik keju itu dan menceritakan keju itu sudah halal untukmu, kata pemilik keju kepada sang ibunda yang segera ia kabarkan. Bayazid bastami سلطان العارفین شیخ بایزید بسطامی. Semasa kecilnya ia dipanggil thaifur. Ayahnya adalah abu thalib, paman rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Menjawab 50 pertanyaan bertanya 1 pertanyaan. Uhibbuki fie kulli lahdzotin tamuuru fie hayati aku mencintaimu sepanjang waktu dalam hidupku. Ayahnya adalah abu thalib, paman rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Semasa kecilnya ia dipanggil thaifur. Ayahnya juga merupakan tokoh terkenal di. Abu yazid telah berikhtiar maksimal. Kisah abu yazid al bustomi, kisah inspiratif kh fakhruddin al bantani. Kata mutiara islam dan kata bijak rumi. Ibn hajar said, in reference to bayazid's famous utterances, allah knows the secret and allah knows the heart. Kata abu yazid, saya sudah jawab semua pertanyaan tuan. Join facebook to connect with yazid al bustami and others you may know. Kata mutiara adalah kata yang memberikan inspirasi dan penyemangat untuk pembacanya. Whatever aba yazid spoke from the knowledge of realities the people of his time did not understand. Ada beberapa riwayat yang berbeda mengenai di mana letak makam abu yazid ks, tetapi yang paling masyhur adalah di kota bustham. Maka ali bin abin thalib tidak lain adalah sepupu nabi sendiri. Kata mutiara islam dan kata bijak rumi. Setiap dan semua bagian dari dunia ini adalah perangkap bagi yang jahil dan perangkat kebahagiaan bagi yang bijak. Lantas ia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya. Nama lengkapnya adalah abu yazid thaifur bin isa bin adam bin surusyan. 31 Kata Kata Bijak Para Sufi - Kata Mutiara from Bayazid bastami سلطان العارفین شیخ بایزید بسطامی. The complete sufism collection by abu yazid al bastami, realization by qasim muhammad abbas. Kata mutiara islam sering sekali dicari orang di internet. Ayahnya juga merupakan tokoh terkenal di. Last updated on march 30, 2020 by tongkrongan islami. Abu yazid menjawab, sekiranya kau puasa dan beribadah selama tiga ratus tahun pun, kau takkan mencapai satu butir pun dalam ilmu ini. Maka ali bin abin thalib tidak lain adalah sepupu nabi sendiri. Kisah abu yazid al bustami habib jamal bin toha baagil silahkan share & save video ini ~ follow, like, subscribe, share. Uhibbuki fie kulli lahdzotin tamuuru fie hayati aku mencintaimu sepanjang waktu dalam hidupku. Semasa kecilnya ia dipanggil thaifur. Kisah abu yazid al bustami habib jamal bin toha baagil silahkan share & save video ini ~ follow, like, subscribe, share. Setiap dan semua bagian dari dunia ini adalah perangkap bagi yang jahil dan perangkat kebahagiaan bagi yang bijak. Ayahnya adalah abu thalib, paman rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Nama lengkapnya adalah abu yazid thaifur bin isa bin adam bin surusyan. Abu yazid telah berikhtiar maksimal. Whatever aba yazid spoke from the knowledge of realities the people of his time did not understand. Kata mutiara islam dan kata bijak rumi. Yazid al bustami is on facebook. Menjawab 50 pertanyaan bertanya 1 pertanyaan. Kata abu yazid, saya sudah jawab semua pertanyaan tuan. Kakek abu yazid al bustami adalah penganut agama zoroaster majusi. Mendatangi pemilik keju itu dan menceritakan keju itu sudah halal untukmu, kata pemilik keju kepada sang ibunda yang segera ia kabarkan.
Oleh Nur Kholik Ridwan Abu Yazid al- Busthami w. 264 H./877 M. adalah salah satu penerus tarekat Imam Ja’far ash-Shodiq yang dipercayai dengan metode barzakhi, dari dua jalur tarekat tarekat Sayyiduna Abu Bakar menjadi Naqsyabandiyah dan tarekat Imam Ali cabang sanad Syathariyah. Baca Tarekat dan Pemberontakan Rakyat Baca Masyayikh Tarekat 1 Abu Bakar ash-Shiddiq Al-Munawi dalam al-Kawakibud Durriyyah menyebut Abu Yazid sebagai “yang paling terkenal di antara yang disebut, yang paling ma’rifat di antara orang-orang yang berma’rifat. Beliau adalah nadiratu zamanih, dalam hal ahwal, anfas, kewira’ian, ilmu, zuhud, taqwa, dan keintiman kepada Allah. Nahik dengan mengutip al-Khawafi, menyebutnya sebagai Sulthanul `Arifin, dan Ibnu `Arobi menamainya dengan Abu Yazid al-Akbar.” Faridhudin al-Athar dalam Tadzkiratul Auliya’, menyebut namanya sebagai Abu Yazid Thaifur bin `Isa bin Surusyan al-Bisthami. Menurut versi Abdurrahman Jami dalam Nafahat al-Uns, beliau lahir di Bistham, tahun 188 H. 808 M.. Daerah Bistham, menurut Muhammad Ahmad Darniqah dalam ath-Thariqah an-Naqsyabandiyah wa A’lamuha, masuk wilayah Khurasan. Ayahnya seorang pedagang terpandang, dan kakeknya penganut Zoroastrian yang masuk Islam; tetapi dalam versi Abdurrahman Jami dalam Nafahat al-Uns, agama kakeknya disebut Yahudi dan kemudian masuk Islam. Abdurrahman Jami, menyebutkan, awalnya Abu Yazid adalah ahli jadal, sampai dia dianugerahi kewalian, dan ia pun tidak mau menampakkan keahlian debat itu lagi. Riwayat yang menceritakan kekeramatan Abu Yazid, disebut Fariduddin al-Athar di antaranya ketika masih kecil, ibunya memasukkan makanan yang syubhat ke mulut Abu Yazid, dan sang bayi selalu meronta, menangis, tidak mau diam sampai makanan itu dikeluarkan. Sejak kecil oleh ibunya disuruh belajar di sekolah Al-Qur’an. Beliau ber-khidmah dan melayani keperluan ibunya, dan kemudian berkelana selama 30 tahun dari satu daerah ke daerah lain. Tidak kurang dari 113 pembimbing spiritual telah ditemuinya. Baca Masyayikh Tarekat 2 Sayyiduna Salman al-Farisi Baca Masyayikh Tarekat 3 Al-Qosim bin Muhammad bin Abu Bakar Cerita pertemuan antara Abu Yazid al-Bisthami dan gurunya yang bernama Ash-Shodiq dituturkan oleh Tadzkiratul Auliya’ Ash-Shodiq mengatakan kepada Abu Yazid yang sedang duduk “Abu Yazid ambilkan buku dalam jendela!” Abu Yazid menyahut “Jendela yang mana?” Imam Ja’far ash-Shodiq berkata “Selama ini engkau selalu datang ke sini, dan engkau tidak pernah melihat jendela itu?” Abu Yazid berkata “Tidak pernah, guru. Apa urusanku dengan jendela. Ketika aku ada di hadapanmu, aku menutup mataku dari hal-hal lain. Aku datang kepadamu bukan untuk melihat-lihat.” Ash-Shodiq kemudian berkata “Kalau begitu, pulanglah ke Bistham, karena usahamu telah sempurna.” Dalam cerita itu ada pertemuan dialog antara Ash-Shodiq dan Imam Abu Yazid. Apakah ash-Shodiq di sini sebagai Imam Ja’far ash-Shodiq, tidak diberi keterangan oleh Fariduddin al-Athar. Akan tetapi semua biografi sufi tentang Abu Yazid tidak menceritakan angka lahirnya kecuali Jami yang menyebut angka tahun lahirnya 188 H. 808 M., dan terjadi jarak yang tidak mungkin, karena Imam Ja’far ash-Shodiq telah wafat sekitar tahun 148 H. 765 M.. Musykilat ini, kadang dibaca dalam silsilah sanad tarekat Imam Ja’far kepada Imam Abu Yazid, oleh sebagian orang yang tidak memahami ilmu tarekat, sebagai yang tidak mungkin. Musykilat itu, bisa dikompromikan dengan dua cara tahun-tahun yang menceritakan Abu Yazid ada yang perlu dikoreksi, tetapi untuk hal ini kecil bisa diterima, mengingat sejumlah biografi telah menyebutkan tahun wafat dan lahirnya, dan terpaut jarak yang agak jauh dengan Imam Ja’far ash-Shodiq; dan kedua, Abu Yazid dan Imam Ja’far bertemu secara uwaisy atau barzakhi, yang biasa terjadi dalam bimbingan sebagian para mahaguru sufi, dan hal ini yang bisa dipercayai. Hubungan barzakhi ini, dikemukakan juga oleh Martin van Bruinessen dalam buku Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. Abu Yazid juga diceritakan dalam Tadzkiratul Auliya’, pernah naik haji dalam perjalanan, memakan waktu sampai selama 12 tahun karena di setiap tempat rumah ibadah yang ditemui, dia selalu membentangkan sajadahnya dan mendirikan shalat dua rakaat. Setelah sampai mengunjungi kota Madinah, ia mendapatkan perintah untuk ke Bistham, agar merawat ibunya, dan pada saat itu dia sudah diikuti oleh banyak murid. Baca Masyayikh Tarekat 4 Imam Jafar ash-Shodiq Disiplin tasawufnya dipuji oleh banyak mahaguru. Pencapaian tasawuf Imam Abu Yazid al-Bisthami, diakui Imam Junaid al-Baghdadi, sebagaimana dituturkan al-Hujwiri dalam Kasyful Mahjub, begini “Abu Yazid di antara kita berada pada tingkat yang sama seperti Jibril di antara para malaikat.” Selain keramat-keramatnya, kitab-kitab thabaqat sufi juga menceritakan mi’raj-nya Abu Yazid, dan di antara kita yang membahas dan menceritakan mi’raj-nya Abu Yazid adalah yang ditulis Abu Thalib al-Makki dalam Ilmul Qulub. Perkataan-perkataan Imam Abu Yazid dikutip para ulama sufi dan dijadikan pegangan, yang saya kutip dari al-Munawi dalam al-Kawakibud Durriyyah dan Abdul Wahab asy-Sya’roni dalam ath-Thobaqatul Kubra, di antaranya “Selama seorang hamba menyangka tentang kaum Muslimin bahwa mereka lebih jelek dari dirinya, maka dia seorang yang sombong.” Dia kemudian ditanya seseorang, kapan seseorang bisa menjadi khudhu’?” Abu Yazid menjawab “Apabila dia tidak melihat dirinya memiliki maqam dan hal, dan tidak melihat dalam ciptaan Allah lebih jelek dari dirinya.” “Di antara yang paling dahsyat menyebabkan para mahjubun dari Allah, ada tiga seorang zahid dengan kezuhudannya, seorang Abid dengan ibadahnya, dan seorang Alim dengan ilmunya. Seorang zahid itu walaupun mengetahui dunia seluruhnya, Allah menamakannya kecil apa yang dilakukan dengan kezuhudan di dunia itu. Seorang alim itu miskin, walau mengetahui semua apa-apa yang diberikan dari ilmu semuanya, itu hanyalah sebagian dari syathar wahid dari Lauh Mahfuzh, apa-apa yang terlihat karena ilmunya itu.” Dan Abu Yazid berkata “Berbahagialah, orang yang memiliki himmah yang tunggal, dan tidak sibuk hatinya dengan apa-apa yang terlihat oleh pandangannya, dan apa yang didengarkan oleh telinganya.” “Suatu malam aku menjulurkan kakiku di mihrab tempat sajadahku. Ketika itu ada suara misterius yang mengatakan “Orang yang bergaul dengan para raja, maka sebaiknya dia bergaul dengan etika yang baik.” “Perselisihan para ulama adalah rahmah, kecuali dalam masalah pemurnian tauhid. Aku telah ber-mujahadah selama 30 tahun dan selama kurun waktu itu aku tidak pernah menemukan hal yang lebih berat bagi seorang hamba melebihi ilmu dan mengamalkannya.” “Allah telah melepaskan beberapa kenikmatan dari hambanya agar dengan kenikmatan-kenikmatan yang dikurangi itu mereka kembali kepada Allah. Tapi anehnya mereka menyibukkan diri dengan kenikmatan-kenikmatan itu tanpa peduli lagi dengan Allah.” “Aku melihat Allah dalam mimpiku, aku lalu bertanya kepadanya Ya Tuhan, bagaimana saya dapat bertemu dengan-Mu.” Allah menjawab pertanyaanku itu dan mengatakan Berpisahkah dengan nafsumu dan kemarilah menemui-Ku.” Sebelum wafat, Abu Yazid ketika ajal akan diambil, Abdurrahman Jami dalam Nafahat al-Uns mengutip pernyataan Abu Yazid begini “Tuhanku aku tidak mengingat-Mu kecuali kelalaian, dan aku tidak berkhidmat melayanimu kecuali sejenak.” Jami juga menambahkan “Guru Abu Yazid al-Bisthami itu beretnis Kurdi, dan Abu Yazid berpesan “Kebumikan aku di kaki guruku, demi kehormatan sang guru.” Akan tetapi Jami tidak menyebutkan nama guru yang dimaksudkan itu. Menurut Jami dalam Nafahat al-Uns, Abu Yazid wafat di Bistham, pada tahun 261 H. 874 atau 234 H., yang sekarang masuk wilayah Simnan-Iran. N. Hanif dalam Bhiografical Encyclopaedia of Sufis Central Asia & Middle East 2002, menyebut Abu Yazid wafat tahun 820 M; Abdul Wahab asy-Sya’roni dalam Ath-Thabaqatul Kubra menyebut wafatnya tahun 261 H. 874 M.; sementara Fariduddin Athar mencatat tahun 261 H. 874 atau 264 H. M. 877. Setelah beliau wafat tarekat Imam Abu Yazid dinisbahkan kepada murid-muridnya dalam dua cabang penting Pertama, cabang yang menurunkan tarekat Naqsyabandiyah melalui muridnya yang terkenal bernama Syekh Abul Hasan al-Kharaqani w. 425 H./1034 M., dan mengambil silsilah guru sanad tarekat Abu Yazid sampai kepada Sayyiduna Abu Bakar, yang juga dipercayai secara barzakhi. Kedua, cabang murid yang nantinya menurunkan tarekat Syathariyah, melalui murid Abu Yazid yang bernama Muhammad al-Maghrabi, dan mengambil silsilah sanad guru tarekat Abu Yazid sampai kepada Imam Ali. Setelah Abu Yazid wafat, Abdurrahman Jami mengutip kisah tentang munculnya Abu Yazid dalam mimpi seseorang, dan dia ditanya “Apa yang Allah lakukan terhadap Anda? Abu Yazid berkisah menjawab “Aku ditanya, hai syekh apa yang engkau bawa itu?” Aku pun berkata “Jika datang seorang fakir di pintu Sang Raja, Dia tidak akan mengatakan kepadanya “Apa yang kamu bawa?” tetapi Dia berkata “Apa yang engkau inginkan?” Di kalangan sufi, beberapa pernyataan yang dinisbahkan kepada Abu Yazid setelah wafat, ada yang dhahir menimbulkan kerumitan, dan ditanggapi oleh beberapa sufi, paling tidak ada dua Pertama, dikemukakan Abdurrahman Jami dengan mengutip Syekhul Islam Abu Ismail Abdullah bin Muhammad al-Anshari al-Harawi bahwa pernyataannya itu dilihat sebagai “banyak orang berdusta menisbahkan hikayat dan aforisme sufi kepada Abu Yazid. Di antaranya yang berdusta itu adalah “Aku pergi, lalu kuberdirikan kemah di kedekatan Arsy”; Kedua, dikemukakan Syekh Abdul Wahab asy-Sya’roni dalam ath-Thobaqat al-Kubra dengan mengutip Abu Ali al-Juzajani, ketika ditanya tentang beberapa kalimat yang diriwayatkan dari Abu Yazid yang menimbulkan kerumitan, Abu Ali al-Juzajani mengatakan “Semoga Allah memberi rahmat kepada Abu Yazid. Kita menyerahkan sepenuhnya apa yang dikatakannya itu kepada Abu Yazid sendiri. Mungkin saja dia mengatakan semacam itu ketika dalam keadaan suka cinta kepada Allah, atau dalam kondisi tertekan. Siapa saja yang ingin meningkat ke maqam seperti maqam yang dicapai Abu Yazid, hendaknya ia melakukan mujahadah diri seperti yang dilakukan Abu Yazid. Saat itulah akan bisa dipahami apa yang dikatakan Abu Yazid.” Penulis adalah pengarang buku "Suluk dan Tarekat"
kata mutiara abu yazid al busthami